# Sensor virtual

Sensor virtual memungkinkan Anda memproses data telemetri dengan lebih efektif. Dengan memetakan tegangan board, sensor ini dapat membantu Anda menghitung jam kerja mesin berdasarkan kondisi dan nilai yang ditetapkan. Selain itu, sensor virtual memungkinkan Anda mengonversi beberapa titik data dari berbagai sensor yang terhubung ke perangkat menjadi indikator yang lebih mudah dipahami seperti "panas", "dingin", "terbuka", dan "tertutup", terlepas dari produsen atau model perangkat. Hal ini membuka peluang baru untuk memantau, melacak, dan memprediksi kinerja teknologi kompleks.

<figure><img src="https://www.navixy.com/wp-content/uploads/2024/03/browser_clvf66ikbi.png" alt="Virtual sensor interface"><figcaption><p>Antarmuka sensor virtual</p></figcaption></figure>

### Cara membuat sensor virtual

Sensor virtual dapat dibuat melalui **Sensor dan tombol** blok yang terletak di **Perangkat dan pengaturan** modul. Untuk membuat sensor virtual:

1. Masuk ke bagian perangkat dan pengaturan
2. Pilih perangkat GPS
3. Klik **+** tombol
4. Pilih **Sensor virtual**

Setiap perangkat dapat memiliki hingga 100 sensor virtual.

<figure><img src="https://www.navixy.com/wp-content/uploads/2024/03/browser_73sv6rayqh.png" alt="Virtual sensor adding in sensors and buttons block" width="375"><figcaption><p>Penambahan sensor virtual di sensors and buttons</p></figcaption></figure>

Langkah selanjutnya bergantung pada kasus penggunaan yang harus diselesaikan melalui sensor virtual. Di bawah ini Anda dapat menemukan contoh dan petunjuk untuk berbagai metode perhitungan.

### Metode perhitungan

Sensor virtual memiliki tiga jenis perhitungan berbeda:

* Nilai dalam rentang
* Nilai sumber
* Indeks bit

Semua nilai untuk sensor virtual harus sesuai dengan bentuk saat diterima dari perangkat. Semua status merupakan definisi Anda untuk nilai-nilai tersebut.

Di sini, kami menjelaskan cara kerja berbagai metode perhitungan. Klik nama metode perhitungan untuk memperluas.

#### **Nilai dalam rentang**

Jenis sensor virtual ini membantu pelanggan kami menjaga parameter penting seperti virtual ignition, suhu, kelembapan, dan level bahan bakar tetap berada dalam rentang yang ditentukan.

Berikut cara kerjanya:

* Jika nilai sensor berada di dalam batas yang ditentukan, nilainya adalah 1 untuk platform. Dan 1 sama dengan nilai A Anda.
* Jika nilai sensor berada di luar batas ini, nilai sensor virtual adalah 0 untuk platform. Dan 0 sama dengan nilai B Anda.

#### Contoh virtual ignition

Jika Anda tidak memiliki input ignition atau perangkat Anda sudah berjalan pada kapasitas penuh, Anda dapat menggunakan alat virtual ignition untuk mendeteksi status ignition. Tegangan onboard mobil akan meningkat secara signifikan saat mesin dinyalakan, sehingga ambang tegangan dapat digunakan sebagai indikator apakah mesin sedang berjalan atau tidak. Secara umum, tegangan board harus melebihi 13.2 V untuk menunjukkan bahwa mesin berfungsi.

Untuk membuat sensor ini:

1. Mulailah dengan memberi nama.
2. Setel input ke **Tegangan board** atau sensor lain jika diperlukan.
3. Aktifkan **Anggap sebagai status ignition** di pengaturan.
4. Pilih "Nilai dalam rentang" sebagai metode perhitungan.
5. Tentukan nilai rentang minimum, misalnya 13.2V. Nilai maksimum tidak diperlukan di sini karena tegangan board dapat bervariasi saat ignition menyala.
6. Terakhir, setel nilai status 0 dan 1. Biasanya, nilainya adalah **on** dan **off,** masing-masing.

<figure><img src="https://www.navixy.com/wp-content/uploads/2024/03/browser_7qx9prhhxc.png" alt="Example configuration for virtual ignition" width="375"><figcaption><p>Contoh konfigurasi untuk virtual ignition</p></figcaption></figure>

Setelah Anda menetapkan rentang ambang tegangan, jika nilai on-board yang masuk berada dalam rentang tersebut, platform akan mengaktifkan status ignition. Sebaliknya, jika berada di luar rentang tersebut, status akan dimatikan. Virtual ignition yang dibuat dengan metode ini juga akan diperhitungkan dalam laporan dan notifikasi berdasarkan statusnya; misalnya, Anda dapat menggunakannya untuk menghasilkan laporan jam mesin atau peringatan untuk idle berlebihan.

Selain itu, ignition ini akan digunakan untuk deteksi perjalanan dan parkir dengan mempertimbangkan ignition.

#### Contoh dengan sensor analog

Contoh ini mirip dengan yang sebelumnya, tetapi alih-alih memantau ignition kendaraan, contoh ini memantau suhu.

Misalkan Anda memiliki sensor analog yang mengumpulkan data suhu. Katakanlah sensor tersebut menghasilkan 1020 untuk -10°C, dan 1900 = 0°C. Data yang berasal dari sensor analog tidak terkalibrasi, sehingga juga harus ditentukan dalam bentuk ini untuk sensor virtual.

Rentangnya dapat dikonfigurasi: apa pun antara 1020 dan 1900 akan dikategorikan sebagai "dingin" (1), dan apa pun di atas 1900 akan dianggap "panas" (0).

<figure><img src="https://www.navixy.com/wp-content/uploads/2024/03/browser_kgzvrsdzb1.png" alt="Example configuration for reading temperature from analog sensor" width="563"><figcaption><p>Contoh konfigurasi untuk membaca suhu dari sensor analog</p></figcaption></figure>

#### **Nilai sumber**

Dengan sensor virtual, Anda dapat menetapkan definisi Anda ke nilai apa pun yang diterima. Metode ini bekerja dengan kumpulan nilai dan string yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga memudahkan bekerja dengan nilai statis tanpa harus menentukan rentang yang berbeda. Selain itu, metode ini dapat bekerja dengan data apa pun yang Anda butuhkan. Misalnya:

* 0/1,
* true/false,
* on/off,
* open/close,
* armed/disarmed,
* state 1/state 2/state 3,
* key 1/key 2/key 3, dll.

Mode ini bekerja seperti ini:

* saat nilai 1 masuk, itu adalah nilai A Anda;
* saat nilai 2 masuk, itu adalah nilai B Anda;
* dan saat nilai 3 datang, itu adalah nilai C Anda dan seterusnya.

Mari kita ilustrasikan jenis fungsi ini dengan contoh tertentu.

#### Contoh dengan pembacaan CAN mobil

Beberapa sensor CAN dapat memberikan nilai numerik yang berbeda ke platform. Misalnya, kami memiliki truk dengan CAN: sensor status PTO, yang mungkin hanya mengeluarkan nilai berikut:

* 0 – Off
* 1 – Hold
* 2 – Remote hold
* 3 – Standby
* 4 – Remote Standby
* 5 – Set
* 6 – Decelerate
* 7 – Resume
* 8 – Accelerate

Untuk mengonfigurasi sensor ini:

1. Masukkan namanya.
2. Pilih input.
3. **Anggap sebagai status ignition** harus dimatikan.
4. Pilih **Nilai sumber** sebagai metode perhitungan.
5. Isi tabel dengan nilai Anda sendiri di sisi kiri dan nilai sensor yang sesuai di sisi kanan. Tambahkan baris dengan mengklik **+** tombol dan hapus dengan menggunakan tombol tempat sampah.

<figure><img src="https://www.navixy.com/wp-content/uploads/2024/03/browser_xlxdl1ak9e.png" alt="Configuration example for source value calculation method" width="563"><figcaption><p>Contoh konfigurasi untuk metode perhitungan nilai sumber</p></figcaption></figure>

#### Pembacaan hardware key untuk pengemudi, peralatan, dan trailer

Beberapa perangkat dapat membaca pengemudi dan iButtons mereka, kunci RFID, atau peralatan yang terhubung ke perangkat melalui sensor Bluetooth. Platform dapat mendeteksi peralatan atau pengemudi terdekat ke perangkat, dan Virtual Sensor mampu menampilkan nama-nama tersebut.

Cara identifikasi paling sederhana adalah melalui tag: setiap unit yang terhubung ke alat berat memiliki sensornya sendiri dengan tag yang terpasang, yang dikenali oleh platform sebagai hardware key. Saat terhubung ke mesin, kunci ini akan dikirim ke platform dan nama terkaitnya dapat ditampilkan dengan cara yang mudah dipahami, serupa dengan bagaimana nilai untuk PTO diberi nama.

<figure><img src="https://www.navixy.com/wp-content/uploads/2024/03/browser_vw7hkgdl0n.png" alt="Configuration example for source value calculation method for hardware key or state field sensor reading" width="563"><figcaption><p>Contoh konfigurasi untuk metode perhitungan nilai sumber untuk pembacaan sensor hardware key atau bidang status</p></figcaption></figure>

#### **Indeks bit**

Beberapa perangkat dapat menyediakan data lanjutan dalam paketnya, terkadang menggabungkan beberapa parameter [menjadi satu nilai](https://www.navixy.com/blog/sensor-parameters-avl/). Alat Virtual Sensors memungkinkan Anda bekerja dengan bagian-bagian nilai telematika, sehingga mendekode data yang dikirimkan oleh perangkat keras GPS.

Misalnya, nilai yang dikirimkan adalah 011. Pertama-tama, kita harus membaca informasi ini dalam little-endian sesuai protokol:

* 1 menunjukkan status sabuk pengemudi: 0 untuk terpasang, 1 untuk tidak terpasang. Bit 0.
* 1 menampilkan status pintu pengemudi: 0 untuk tertutup, 1 untuk terbuka. Bit 1.
* 0 menunjukkan kondisi kap mesin: 0 untuk tertutup, 1 untuk terbuka. Bit 2.

Setiap posisi dalam parameter menampilkan nilai dari sistem kendaraan yang berbeda. Agar dapat mengonfigurasi dan menampilkannya, Anda perlu membuat satu sensor secara terpisah untuk setiap parameter.

Untuk sensor yang menampilkan kondisi kap mesin pada contoh kami, Anda perlu

1. Setel nama sensor
2. Pilih input sesuai dokumentasi perangkat
3. Pilih **Indeks bit** sebagai metode perhitungan
4. Pilih bit 2 untuk bidang ini

Di bawah ini adalah contoh sensor yang menampilkan kondisi kap mesin.

<figure><img src="https://www.navixy.com/wp-content/uploads/2024/03/browser_2qcam8zclk.png" alt="Configuration example for Bit index calculation sensor" width="563"><figcaption><p>Contoh konfigurasi untuk sensor perhitungan Indeks bit</p></figcaption></figure>

Setelah sensor virtual dikonfigurasi dan sensor perangkat yang terkait dengannya telah menyediakan data, sensor tersebut dapat dilihat di **widget Sensor readings** pada **Informasi** tab perangkat. Sensor perangkat Anda kini dapat berkomunikasi dalam bahasa Anda.


---

# Agent Instructions: Querying This Documentation

If you need additional information that is not directly available in this page, you can query the documentation dynamically by asking a question.

Perform an HTTP GET request on the current page URL with the `ask` query parameter:

```
GET https://navixy.com/docs/user/id/guide/devices-and-settings/vehicle-sensors/virtual-sensors.md?ask=<question>
```

The question should be specific, self-contained, and written in natural language.
The response will contain a direct answer to the question and relevant excerpts and sources from the documentation.

Use this mechanism when the answer is not explicitly present in the current page, you need clarification or additional context, or you want to retrieve related documentation sections.
